Pringsewu, Krakataunews – Jajaran Unit Reskrim Polsek Sukoharjo Polres Tanggamus menangkap pelaku pencabulan terhadap NP (20) warga Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu.
Penangkapan pelaku WA (33) pada Jum’at (1/9/2017) sekitar pukul 23.00 WIB, dimana pelaku diduga berprofesi sebagai dukun yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit ini telah melakukan pelecehan sexual terhadap pasiennya.
Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si., melalui Kapolsek Sukoharjo AKP Wahidin mengatakan WA merupakan warga Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu dikenal karena bisa mengobati dengan cara alternatif, ditangkap pada Jumat (1/9/17) jam 23.00 WIB.
“Penangkapan tersebut berdasarkan laporan korban NP, nomor LP/B-502/IX/Polda Lpg/Res Tgms/Sek Suko tanggal 1 September 2017, tentamg tindak pidana pencabulan,” ujar AKP Wahidin, Jumat (8/9/17) siang.
Wahidin mengatakan, kejadian bermula ketika NP mendatangi rumah seorang dukun (WA) untuk dilakukan pengobatan alternatif karena sering korban sering sakit kepala.
Setelah konsultasi, pelaku mengatakan kepada korban bahwak korban terkena gangguan makhluk halus. Kemudian dengan pelaku korban awalnya diobati dengan cara menempelkan selembar daun sawi pada leher belakang korban dengan posisi korban tidur telungkup.
Selang beberapa menit, lantas pelaku mengatakan bahwa tidak dapat berkonsentrasi dan meminta untuk pindah kedalam kamar. Pada saat didalam kamar korban diminta untuk tidur terlentang lalu pelaku menempelkan kembali daun sawi dibagian dada.
“Pelaku membawa korban kedalam kamar hanya sebagai modus semata, karena setelah menempelkan daun tersebut, pelaku mencabuli dada dan kelamin korban menggunakan tangan hingga mengeluarkan cairan yang diklaim pelaku penyakit sudah dikeluarkan,” jelas Wahidin.
Selain pelaku, lanjut dia, petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti, diantaranya baju kaos, kaos dalam warna hitam, dalaman wanita (atas dan bawah), gelas dan seikat daun sawi diamankan dan dibawa ke Polsek Sukoharjo.
“Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal 289 atau 290 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara,” terangnya.
Atas kejadian itu, aparat kepolisian Polsek Sukoharjo menghimbau kepada masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan pengobatan alternatif apalagi sendirian berlawan jenis.
“Ya ini untuk diketahui masyarakat, dalam pengobatan alternatif untuk lebih mengenal dan berhati-hati. Dampingi keluarga, jangan dibiarkan apalagi keduanya berlainan jenis sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah,” pungkasnya. (Nanang / Red).